Bulan: Februari 2024

Perbedaan Pelajar 10 Tahun Yang Lalu Dengan Sekarang

Perbedaan Pelajar 10 Tahun Yang Lalu Dengan Sekarang

Perbedaan Pelajar 10 Tahun Yang Lalu Dengan Sekarang

Seiring berjalannya waktu, banyak perubahan yang terjadi pada Perbedaan Pelajar 10 Tahun Yang Lalu Dengan Sekarang. Mulai dari teknologi, tren, kebiasaan, dan lain-lain. Dalam dunia pendidikan sendiri sudah terjadi banyak perbedaan zaman dulu dan zaman sekarang, khususnya di sekolah. Blackboard berubah menjadi whiteboard, kapur menjadi spidol, OHP menjadi proyektor. Dengan adanya perubahan pendidikan di zaman sekarang, kehidupan sehari-hari murid sekolah pun mengalami perubahan, walaupun ada hal-hal tertentu yang tidak ikut berubah seperti upacara bendera di hari Senin.

Mengangkat pada topik “perbedaan zaman dulu dan sekarang”, berikut adalah 5 perbedaan kehidupan zaman dulu dan zaman sekarang dalam dunia pendidikan:

Gadget dan peralatan di sekolah

Sebelum laptop dan PowerPoint di gunakan, guru jaman dulu menggunakan OHP atau Overhead Projectors. Biasanya akan ada satu orang yang siap sedia di dekat OHP untuk mengganti lembaran yang ingin di presentasikan. Namun, pendidikan jaman sekarang sudah menggantikan OHP dengan teknologi yang lebih canggih seperti proyektor, PowerPoint, dan laser pointer untuk menunjuk bagian penting pada layar presentasi.

Setiap mata pelajaran yang melibatkan lab komputer menjadi waktu yang menyenangkan. Pelajar jaman sekarang biasanya akan mencuri-curi waktu untuk bermain game seperti Counter-Strike dan menikmati AC yang dingin untuk menyejukkan diri. Selain itu, pendidikan zaman dulu yang menggunakan disket sebagai alat penyimpanan file tugas sekolah, telah tergantikan dengan USB flashdisk pada pendidikan zaman sekarang. Pelajar jaman sekarang hanya mengetahui disket sebagai simbol save di Microsoft Word atau PowerPoint.

Bahasa gaul

Perbedaan zaman dulu dan sekarang yang paling dapat di rasakan adalah bahasa pergaulan. Tidak ada kata-kata woles atau kepo atau kids zaman now pada 10 tahun yang lalu. Emoji pelajar jaman dulu juga sudah tidak di gunakan oleh pelajar jaman sekarang. Pada zaman dulu, biasanya pelajar menggunakan emoji yang terbentuk dari huruf seperti “XD”, “:D”, serta penggunaan kombinasi pada penulisan huruf seperti “h4ll0”. Bahkan kita tidak menggunakan hashtags pada zaman dulu. Hayo, apa kamu masih menggunakan bahasa tersebut saat ini? 😀

Game favorit

Ragnarok Online, Gunbound, RYL adalah game yang sangat populer pada zaman dulu. Popularitasnya kini sudah tergusur oleh game-game seperti DOTA atau PUBG. Untuk kamu yang termasuk anak generasi 10 tahun yang lalu, pasti kamu sering kan menggunakan sisa uang jajan kamu untuk pergi ke warnet dan memainkan game-game di atas 😉

Baca juga: KRISTA GRACIA KLATEN SEBAGAI SEKOLAH DIGITAL PERTAMA DI JAWA TENGAH, EFEKTIF MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN HINGGA ASESMEN SECARA DIGITAL TANPA INTERNET

Aktivitas setelah sekolah

Perbedaan zaman dulu dan sekarang yang dapat di rasakan lainnya adalah aktivitas setelah pulang sekolah. Pada zaman dulu, handphone adalah barang yang jarang di miliki oleh murid-murid sekolah. Menghubungi teman tidaklah semudah sekarang, sehingga apabila pelajar jaman dulu memiliki rencana untuk bermain, mereka akan merencanakannya terlebih dahulu dari jauh-jauh hari. Bertemu jam 5 sore berarti bertemu tepat pada jam 5 sore. Apabila kamu terlambat, maka kemungkinan besar rencana tersebut akan gagal. Dengan mudahnya akses kepemilikan handphone pada zaman sekarang, kamu akan lebih mudah untuk mengetahui keberadaan teman kamu di manapun dan kapanpun. Kata-kata seperti “Duh kesiangan nih, 5 menit lagi gue otw” tentu sudah sering kamu dengar kan? Pada zaman dulu, karena keterbatasan fasilitas, kamu hanya dapat menghubungi teman kamu melalui telepon rumah yang saat ini pun sudah jarang di gunakan.

PR

WhatsApp menjadi platform yang lazim di gunakan pada saat ini. Bahkan orang tua pun memiliki grup WhatsApp yang berisikan orang tua murid lainnya untuk memantau kemajuan belajar anak mereka. Pada zaman dulu, untuk mendapatkan bantuan dalam mengerjakan PR biasanya anak-anak meminta tolong kepada ayah, ibu, atau kakak mereka. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang untuk mengikuti les privat demi mendapatkan nilai yang lebih baik.

Sekarang, bantuan untuk mengerjakan PR bisa di dapatkan dengan sangat mudah. Contohnya seperti Snapask yang dapat membantu menghubungkan kamu dengan tutor yang siap sedia untuk memberi penjelasan lengkap saat kamu kesulitan mengerjakan tugas sendirian, atau dalam persiapan ujian, Snapask membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien

Itulah Perbedaan Pelajar 10 Tahun Yang Lalu Dengan Sekarang

KRISTA GRACIA KLATEN SEBAGAI SEKOLAH DIGITAL PERTAMA DI JAWA TENGAH, EFEKTIF MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN HINGGA ASESMEN SECARA DIGITAL TANPA INTERNET

KRISTA GRACIA KLATEN SEBAGAI SEKOLAH DIGITAL PERTAMA DI JAWA TENGAH, EFEKTIF MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN HINGGA ASESMEN SECARA DIGITAL TANPA INTERNET

KRISTA GRACIA KLATEN SEBAGAI SEKOLAH DIGITAL PERTAMA DI JAWA TENGAH, EFEKTIF MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN HINGGA ASESMEN SECARA DIGITAL TANPA INTERNET

Perkembangan teknologi tidak bisa di cegah. Mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau lambat, semua sekolah menjadi sekolah digital agar bisa tetap bertahan dalam perkembangan zaman. Mempersembahkan Pendidikan dengan cara terbaik juga menjadi kewajiban sekolah untuk para putra putri penerus bangsa. Menemukan sarana dan prasarana yang lengkap, tepat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah, serta terjangkau, menjadi kepentingan utama.

Menyadari pentingnya digitalisasi sekolah untuk perkembangan Pendidikan di Indonesia, Kemendikbud Ristek telah mencanangkan perihal digitalisasi sekolah bahkan sejak 2021 lalu. Namun tidak dapat di pungkiri, beberapa hambatan yang seringkali di temui sekolah menuju digitalisasi di antaranya seperti infrastruktur untuk internet.

Masih banyak sekolah yang kesulitan bahkan tidak terjangkau sinyal internet, keterbatasan sarana prasarana, hingga keterbatasan kemampuan ekonomi siswa. Namun dengan semua asumsi dan kondisi yang di hadapi, sebuah sekolah di Klaten mampu menjadi sekolah digital yang dapat dengan efektif melaksanakan pembelajaran hingga asesmen secara digital tanpa internet. Hal ini sangat luar biasa mengingat digitalisasi seringkali di asumsikan erat kaitanya dengan ketergantungan akan internet.

Sekolah tersebut adalah Krista Gracia, yang menjadi sekolah pertama di Jawa tengah yang mampu menjadi sekolah digital tanpa internet. Hal ini menjadi semakin ideal untuk para pelajar, menyadari bahwa internet layaknya pedang bermata 2 yang dapat berdampak positif, namun juga bisa berdampak negatif. Teknologi hadir untuk memudahkan keperluan manusia. Mencapai hasil maksimal, dengan tenaga dan biaya menjadi hal yang sudah selayaknya. Seperti Teknologi Kipin yang di percaya oleh Krista Gracia.

Baca juga: Madrasah Go Digital! Ujian Serentak 1000 Siswa Tanpa Internet oleh Madrasah di Kabupaten Majalengka

Inovasi ini memberikan banyak manfaat untuk digitalisasi sekolah yang mudah, lengkap dan murah diantaranya:

1. Jauh lebih ringan dan praktis untuk siswa dan guru

Siswa tidak perlu membawa banyak buku, cukup dengan sebuah tablet atau laptop yang di gunakan dalam jangka waktu panjang. Tidak hanya meringankan fisik siswa, namun meringankan beban orang tua dari segi biaya.

2. Sumber Pembelajaran Lengkap dari beragam Jenis

Siswa dapat memiliki ribuan buku, video, latihan soal mandiri, bahkan hingga bacaan literasi pendidikan. Semua konten tersebut bisa di unduh sebanyak mungkin, tanpa perlu internet. Dapat di akses kembali di rumah dan di manapun tetap tanpa internet. Ini merupakan definisi nyata dari sebuah kemerdekaan dalam belajar.

3. Secara praktis memiliki sebuah Perpustakaan Digital

Tidak hanya menikmati ribuan konten pembelajaran yang di sediakan, sekolah dan guru dapat turut menambahkan konten yang tidak hanya buku, tapi juga bisa berupa video. Hubungan antara siswa dan sekolah menjadi semakin intim dengan perhatian spesial berupa konten konten buku serta video yang sesuai kebutuhan mereka, sebuah “hadiah” dari sekolah untuk siswa.

4. Asesmen Mudah, Cepat, Maksimal, Tanpa Biaya

Semakin sering maka akan semakin bagus untuk proses belajar dan berlatih, sehingga sekolah menjadi cukup bagi siswa tanpa membebani dengan tambahan bimbingan belajar diluar jam sekolah. Namun banyak hambatan yang membuat guru sulit memberikan latihan dengan leluasa, mulai dari keterbatasan biaya penyelenggaraan ujian, hingga banyaknya tenaga dan waktu yang diperlukan guru untuk pekerjaan terkait asesmen.

Namun Krista Gracia tidak menemui kendala tersebut lagi. Asesmen dapat dimaksimalkan menjadi “alat” andalan dalam meningkatkan kemampuan siswa dengan lebih banyak berlatih soal sesering mungkin. Bukan lagi hanya untuk menguji, namun berlatih. Guru kini mampu menyelesaikan pekerjaan asesmen dalam waktu singkat. Hemat waktu dan tenaga, serta tidak lagi memikirkan biaya. Asesmen digital berlangsung secara gratis, mudah, dan maksimal tanpa perlu internet.

Madrasah Go Digital! Ujian Serentak 1000 Siswa Tanpa Internet oleh Madrasah di Kabupaten Majalengka

Madrasah Go Digital! Ujian Serentak 1000 Siswa Tanpa Internet oleh Madrasah di Kabupaten Majalengka

Madrasah Go Digital! Ujian Serentak 1000 Siswa Tanpa Internet oleh Madrasah di Kabupaten Majalengka

Walaupun masyarakat banyak menganggap Madrasah Go Digital kurang cocok untuk madrasah, MAN 2 Majalengka tak sependapat. Tahun 2023 menjadi tahun yang spesial untuk MAN 2 Majalengka.  Sebagai instansi Madrasah yang sadar akan perkembangan zaman dan terus berusaha meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikannya, pada tahun ini berhasil membuktikan bahwa digitalisasi dapat di terapkan oleh seluruh sekolah dan madrasah di Indonesia. Perjalanan sekolah mencari fasilitas digitalisasi pembelajaran hinggal berhasil menjadi sekolah digital merupakan perjalanan yang panjang di awali dari penggunaan E-learning.

Baca juga: 7 Tempat Wisata Populer Yang Ada Di Indonesia Untuk Study Tour Anak Sekolah

Digitalisasi madrasah sesuai dengan perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan komunikasi). Digitalisasi dalam dunia pendidikan merupakan kebutuhan dan keharusan sebagaimana ia merambah bidang lainnya seperti ekonomi, pertahanan, pariwisata, kesehatan, dan lain-lain,” kata Jejen selaku Pengamat Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah pada Selasa (24/5/2022) di kutip dari ihram.republika.co.id.

Jejen juga mengungkapkan, bahwa akan menjadi salah dan kerugian besar jika madrasah tidak memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan pendidikan. Menurut beliau, jika tidak dimanfaatkan maka madrasah akan tertinggal dan lulusannya akan sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak menguasai teknologi. Pemerintah juga harus memberikan sarana dan prasarana yang menunjang untuk keperluan digitalisasi ini. Dia mengungkapkan, pemerintah harus memeratakan infrastruktur digital di semua wilayah agar semua madrasah memiliki internet.

Di lain sisi, masalah internet bukanlah perihal yang mudah. Di kutip dari kominfo.go.id, Direktur Utama BAKTI yaitu Bapak Anang Latif menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada sekitar 11 persen wilayah Indonesia yang belum terhubung sinyal seluler. 11 persen wilayah tersebut terdiri dari 5.300 desa, di mana 3.500 desanya berada di wilayah Papua. Karena itu, digitalisasi madrasah tanpa perlu internet merupakan solusi untuk seluruh madrasah di Indonesia, yang bahkan dapat mewujudkan pemerataan pendidikan antara madrasah yang ada di kota besar hingga madrasah yang berlokasi di daerah 3T sekalipun.

MAN 2 Majalengka

Di lain sisi, masalah internet bukanlah perihal yang mudah. Dikutip dari kominfo.go.id, Direktur Utama BAKTI yaitu Bapak Anang Latif menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada sekitar 11 persen wilayah Indonesia yang belum terhubung sinyal seluler. 11 persen wilayah tersebut terdiri dari 5.300 desa, di mana 3.500 desanya berada di wilayah Papua. Karena itu, digitalisasi madrasah tanpa perlu internet merupakan solusi untuk seluruh madrasah di Indonesia, yang bahkan dapat mewujudkan pemerataan pendidikan.

MAN 2 Majalengka dengan 1000 siswanya menjadi salah satu madrasah yang mengawali digitalisasi madrasah tanpa internet dengan memanfaatkan Kipin MAX.

Server asesmen digital offline untuk seluruh siswa secara bersamaan di sekolah atau madrasah. Sistem digital tersebut di terapkan pada berbagai kegiatan di sekolah seperti melaksanakan kegiatan asesmen digital yang canggih dan lengkap. Di tambahkan dengan bonus fasilitas dalam Kipin MAX untuk menunjang kegiatan belajar berupa ribuan konten pembelajaran yang terdiri dari berbagai jenis, hingga sebuah server perpustakaan digital sekolah.

Tempat Wisata Study Tour ini 7 Rekomendasinya

7 Tempat Wisata Populer Yang Ada Di Indonesia Untuk Study Tour Anak Sekolah

Tempat Wisata Study Tour ini 7 Rekomendasinya

Study tour merupakan karya wisata yang di lakukan pada setiap tahun oleh siswa SMP dan SMA. Kegiatan ini biasanya sudah di persiapkan sejak dua tahun hingga enam bulan sebelumnya agar para siswa bisa menabung dan pergi bersama.

Agenda tahunan ini memiliki manfaat untuk meningkatkan keaktifan siswa secara langsung terhadap lingkungan di sekitar. Oleh karena itu karya wisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang dapat mendorong kreativitas siswa dan membuat pengetahuan lebih komprehensif dan aktual.

1. Yogyakarta

Yogyakarta sering kali dijadikan sebagai destinasi wisata study tour untuk siswa siswi SMP atau SMA yang paling umum untuk dikunjungi pertama kali. Kota pelajar ini memiliki berbagai edukatif seperti Keraton Yogyakarta, Museum Dirgantara Yogyakarta, Taman Pintar, Candi Ratu boko, dan tempat oleh-oleh murah meriah yang berada di Malioboro.

2. Jakarta

Study tour SMK termasuk ke dalam Program Kunjungan Industri sekaligus karya wisata yang dinantikan para siswa. Kunjungan industry ini yakni mengunjungi pabrik ataupun perusahaan besar yang ada di Jakarta, sekaligus mengunjungi tempat bersejarah seperti Monas, Taman Mini Indonesia Indah, , Kebun Binatang Ragunan, Kawasan Kota Tua Jakarta hingga Museum Fatahillah.

3. Bandung

Study tour sekolah yang paling populer selanjutnya ialah bandung. Sebab, kota bersejarah ini berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Objek wisata nya pun edukatif serta tempat wisata alam nya pun super nyaman berikut ini beberapa tempat wisata yang ada di bandung seperti Museum Geologi, Museum IPTEK, Observatorium Bosscha , Taman Wisata Lembang, Gua Jepang dan berbagai wisata lainnya.

4. Bali

Study tour SMA memang sangat cocok jika pergi ke Bali. Karena masa-masa sekolah menengah atas sudah lebih aman untuk pergi berwisata ke tempat yang jauh. Momen naik bus selama berjam-jam, naik kapal laut, hingga pesawat akan membuat banyak siswa menjadi lebih antusias untuk mengikuti study tour ini. Selain itu, Bali juga memiliki berbagai macam wisata edukasi yang menarik seperti Bali Bird Park, Kebun Raya Bedugul, Hidden Canyon, Candi Lempuyangan, Pura Tanah Lot, Pantai Jasri, Beji Guwang dan Pantai Karma Kandara, dll.

5. Semarang

Semarang merupakan kota penuh sejarah yang tidak boleh ketinggalan untuk di kunjungi oleh para siswa yang melakukan study tour.

6. Malang

Malang merupakan destinasi populer yang di kunjungi siswa untuk study tour karena memiliki keindahan pantai serta pegunungan yang indah.

Baca juga: Dosen UNNES tugas di Sekolah

7.. Bogor

Bgor populer sebagai tempat wisata study tour, khususnya para siswa yang tinggal di Jawa Barat. karena kota hujan ini memiliki keindahan alam yang menakjubkan seperti Taman Bunga Nusantara, Little Venice Kota Bunga, De Voyage, Istana Kepresidenan Cipanas, Highland Park Resort, dan Telaga Warna Puncak Cisarua.

Bogor tidak hanya menawarkan tempat rekreasi, tetapi banyak juga tempat wisata edukasi untuk di kunjungi. Seperti Taman Safari Indonesia, Museum Zoologi, Kebun Raya Bogor dan Taman Buah Mekarsari. Tempat tersebut sangat cocok untuk anak-anak, mereka pun bisa belajar sambil bersenang- senang.

Itulah 7 tempat wisata populer yang bisa di kunjungi.

Dosen UNNES tugas di Sekolah

Dosen UNNES tugas di Sekolah

Dosen UNNES tugas di Sekolah

Semarang, 12 Februari 2024

Dosen UNNES tugas di Sekolah di sejumlah sekolah di wilayah sekitar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya UNNES untuk lebih terlibat dalam pembelajaran di tingkat sekolah sebagai bentuk kontribusi aktif terhadap pendidikan di masyarakat.

22 Profesor dan Doktor UNNES, melakukan hilirisasi model pembelajarang inovatif ke sekolah melalui porgram PEnugasan Dosen di Sekolah (PDS) Tahap Pertama Tahun2018. Dalam program tersebut. UNNES menggandeng lima sekolah mitra. Penugasan Dosen di sekolah merupakan program unggulan dari Belmawa Dikti, Dalam rangka revitalisasi peran dan fungsi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Pada 2018 ini, Dikti menggandeng 89 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh indonesia, termasuk di dalamnya Universitas Negeri Semarang. Papar Ketua PDS Unnes Prof Rustono, di lansir www.unnes.ac.id. Dipaparkan, program tersebut berjalan sejak bulan juli 2018 hingga Oktober 2018. Sebanyak 22 Dosen dari 7 Fakultas yaitu FIP, FBS, FIS, FMIPA, FT, FIK dan FE bermitra dengan guru. Berkolaborasi untuk melaksanakan empat kegiatan kolaboratif.

Kerja sama kolaboratif tersebut di lakukan dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif, implementasi model pembelajaran inovatif di kelas, melaksanakan penelitian tindakan kelas dan publikasi ilmiah. Keseluruhan kegiatan ini, di laksanakan kolaborasi antara guru dan dosen. Prof Rustono berharap, program kemitraan yang selama ini sudah terjalin tidak berhenti, artinya dosen dan guru dapat terus bekerjasama.

Dosen pelaksana juga di harapkan mampu menjadi model, bagi mahasiswa calon guru serta bagi rekan dosen dalam prodinya.

Baca juga: Sekolah Ajang Mencari Gengsi atau Tempat Belajar?

Keterlibatan Dosen di Sekolah: Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah, UNNES telah mendelegasikan puluhan dosen untuk terlibat langsung di sekolah-sekolah mitra. Dosen-dosen ini membawa serta pengetahuan dan pengalaman akademis mereka ke dalam lingkungan pendidikan formal.

Bidang Keterlibatan Keterlibatan dosen-dosen UNNES melibatkan sejumlah bidang, termasuk:

1. Pengembangan Kurikulum

Dosen terlibat dalam pengembangan kurikulum sekolah, membantu menyusun materi ajar yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan siswa.

2. Pembinaan Guru

Dosen memberikan pembinaan dan pelatihan kepada guru-guru di sekolah terkait metode pengajaran terkini, peningkatan keterampilan mengajar, dan penerapan teknologi dalam pembelajaran.

3. Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

Dosen mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan di sekolah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memajukan inovasi dalam pendidikan.

4. Bimbingan Akademis

Dosen memberikan bimbingan akademis kepada siswa, membantu mereka dalam pemahaman materi pelajaran, pemilihan jalur studi, dan persiapan menuju pendidikan tinggi.

Manfaat Keterlibatan Dosen di Sekolah: Keterlibatan dosen di sekolah memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  1. Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Dengan membawa pengetahuan akademis dan pengalaman riset, dosen membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah.
  2. Pemberdayaan Guru: Pembinaan yang di berikan oleh dosen kepada guru di harapkan dapat memberdayakan mereka untuk menjadi pendidik yang lebih berkualitas.
  3. Pengembangan Kreativitas: Melalui kegiatan penelitian dan pengembangan, dosen ikut mendorong pengembangan kreativitas dalam dunia pendidikan, baik bagi guru maupun siswa.
  4. Peningkatan Daya Saing Siswa: Bimbingan akademis dari dosen membantu siswa untuk lebih siap menghadapi ujian, menentukan jalur studi yang sesuai, dan memahami potensi diri secara lebih baik.

Reaksi Positif dari Sekolah dan Masyarakat: Langkah UNNES ini mendapatkan reaksi positif dari sekolah-sekolah dan masyarakat setempat. Keterlibatan dosen di anggap sebagai dorongan positif untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Melalui penugasan dosen di sekolah, UNNES menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan pendidikan nasional. Langkah ini di harapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pembentukan generasi muda yang berkompeten dan berdaya saing tinggi.

Sekolah Ajang Mencari Gengsi

Sekolah Ajang Mencari Gengsi atau Tempat Belajar?

Sekolah Ajang Mencari Gengsi atau Tempat Belajar?

Sekolah Ajang Mencari Gengsi | Pendidikan formal adalah salah satu sarana untuk membuka wawasan dan pola pikir anak. Dengan terbukanya wawasan dan pola pikir anak, di harapkan anak mampu untuk menghadapi berbagai masalah yang akan dia hadapi.

Oleh karena itu, pendidikan harus di sesuaikan dengan perkembangan mental dan otak anak tiap umur. Sayangnya, banyak orang-tua yang menganggap bahwa kecerdasan intelektual selama masa sekolah adalah tolak ukur dari kesuksesan anak. Hal ini lantas menyebabkan banyaknya jumlah anak yang di tuntut untuk memiliki nilai bagus tanpa memperhatikan kondisi mental dan otak.

Ada beberapa kasus yang akhirnya di sebabkan oleh beberapa orang tua korban melalui media sosial. Dalam suatu kasus, ada seorang anak yang merupakan anak yang memiliki nilai sempurna, berprestasi, dan menjadi unggulan.

Jadwal belajar sang anakpun sudah di susun dengan rapi oleh orang tuanya, mulai dari jadwal les musik hingga les mata pelajaran.

Sejak awal, tidak ada masalah yang terlihat samasekali selama sang anak menjalankan jadwal tersebut. Orang-tua dan lingkungan sekitarnya pun bangga atas prestasi anak tersebut.

Namun pada saat liburan, sang anak tiba-tiba sakit dan penyakitnya tidak dapat terdeteksi oleh seluruh dokter medis yang telah di datangi di berbagai rumah sakit. Dengan anjuran teman, akhirnya sang anak di bawa ke seorang psikolog dan di ketahui bahwa sang anak kelelahan mental. Ternyata, sang anak tidak menyukai rentetan aktivitasnya, namun ia mencoba untuk tidak mengeluh dan tetap mencoba untuk membahagiakan kedua orang-tuanya.

Dari contoh di atas, cukup jelas bahwa apa yang terjadi bukanlah semata-mata kesalahan orang-tua yang lalai dalam memperhatikan kondisi mental sang anak. Lingkungan sekitar, termasuk para guru, juga mengambil andil dalam mendukung perspektif bahwa kecerdasan intelektual adalah tolak ukur kesuksesan.

Sekolah Sebagai Ajang Gengsi?

Pendidikan formal yang kita kenal sebagai sekolah pun bergeser fungsinya dari sebuah media untuk membangun mental dalam menghadapi masalah anak menjadi media yang membatasi ruang gerak anak dengan sistem prestasi dalam bentuk angka maupun huruf.

Kondisi ini di perparah dengan sistem pendidikan di Indonesia juga belum disesuaikan dengan pengetahuan mengenai perkembangan otak dan mental anak. Di kutip dari berita di metrotvnews.com, Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun meyatakan bahwa kemampuan membaca dan menulis harus menjadi fokus perhatian para guru.

“Sebab kemampuan bahasa dan matematika merupakan (kebutuhan) sangat mendasar sekali. Bahasa misalnya berkaitan dengan logika, karena (saat membaca) struktur kalimat itu membentuk logika berpikir,” ujarnya. Dengan demikian, tidak heran jika banyak anak yang pada akhirnya di tuntut untuk terus mengejar kecerdasan intelektual.

Orang-tua menelan paradigma bahwa anak yang sudah masuk Sekolah Dasar (SD) sudah harus lancar baca tulis atau sang anak akan menjadi anak bodoh dan akhirnya mereka menuntut anak untuk bisa melalui berbagai pelajaran tambahan yang memberatkan mental sang anak.

Baca juga: Peran Wali Kelas di Sekolah

Presepsi

Dengan adanya persepsi umum bahwa kecerdasan intelektual menjadi tolak ukur kesuksesan anak, tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah pun berubah menjadi sebuah tempat mengejar gelar demi gengsi semata. Anak dituntut untuk bersekolah setinggi-tingginya guna mendapatkan gelar dan pekerjaan yang pantas serta menaikkan status sosial keluarga.

Hal ini tidak merupakan ironi karena pada akhirnya banyak orang-tua yang secara tak sadar menuntut anak untuk terus mengasah kecerdasan intelektual tanpa memperhatikan kondisi mental, kemampuan, dan kapasitas sang anak dan mengambil andil dalam pergeseran fungsi sekolah yang sesungguhnya.

Kasus ini merupakan sebuah krisis yang di abaikan oleh banyak pihak. Kita semua sebagai orang yang terlibat di dalamnya mungkin tak dapat berbuat banyak dalam memperbaiki sistem pendidikan Indonesia secara langsung. Meski demikian, ada beberapa hal sederhana yang dapat kita mulai.

Solusi

Yang pertama adalah mencoba untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai perkembangan otak anak dan bagaimana cara memaksimalkannya. Apabila anak masih berusia belia, ada baiknya biarkan anak bermain dan jangan membebani dengan hal-hal yang belum waktunya. Bila memang anak sudah sekolah, hindari memberikan pelajaran tambahan yang berlebihan demi sebuah nilai.

Cobalah untuk eksplorasi apakah sang anak memiliki bakat lainnya selain di bidang akademis dan dukung terus sang anak untuk melakukan berbagai kegiatan positif di bawah arahan orang-tua. Hal ini akan membantu anak untuk menemukan bakatnya serta mengasah berbagai hal yang di butuhkan anak untuk menjadi sukses. Harap di ingat bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya jalan untuk mencapai kesuksesan.

Peran Wali Kelas di Sekolah

Peran Wali Kelas di Sekolah

Peran Wali Kelas di Sekolah

Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan. Dan dapat di pandang sebagai sesuatu yang paling bermakna jika di bandingkan dengan aktivitas lainnya. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, maka gurulah yang menjadi ujung tombak keberhasil peserta didik.

Keberhasilan guru dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran, juga tergantung kepada kompetensi yang dimilikinya. Banyak komponen yang memengaruhi kualitas pendidikan. Salah satunya adalah peran guru sebagai wali kelas.

Wali kelas adalah guru yang membantu kepala sekolah untuk mengarahkan dan membimbing siswa dalam mewujudkan disiplin kelas, dan memotivasi untuk bisa berpartisipasi. Wali kelas merupakan orang tua pertama siswa saat berada di sekolah. Perannya sangat besar dalam menentukan prestasi belajar siswa.

Menurut Jean/Moris, wali kelas adalah mereka yang secara sadar mengarahkan pengalaman dan tingkah laku dari seorang individu sehingga dapat terjadi pendidikan. Wali kelas juga berasal dari guru yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran, mampu mengolah kelas agar siswa dapat belajar dengan baik. Berikut Peran Wali Kelas di Sekolah.

1. Membimbing Proses Pembelajaran:

Tugas wali kelas menurut permendikbud Nomor 15 Tahun 2018, wali kelas merupakan tugas tambahan yang dibebankan kepada guru di sekolah. Ketentuan ini termuat dalam pasal 6. Wali kelas merupakan pemimpin dalam kelas yang di bina, dan menjadi motivator.
Wali kelas mempunyai peranan yang penting di dalam memotivasi siswa untuk belajar.

Siswa lebih mudah menerima nasehat dari wali kelas terkait masalah pembelajaran. Dalam pengelolaan kelas, wali kelas harus mempunyai andil yang tinggi. Dengan administrasi atau pengelolaan kelas yang baik dan menarik dapat mendorong siswa belajar dengan baik.

Baca juga: 5 Fakta Kepsek Diduga Potong Gaji Guru

2. Memantau Kemajuan Siswa:

Guru sebagai wali kelas merupakan orang-orang yang bergelut dalam bidang pendidikan yang senantiasa memberikan perhatian yang lebih kepada siswanya. Seorang guru yang mempunyai tugas sebagai wali kelas harus mempunyai kompetensi profesional sehingga terciptalah proses pembelajaran yang efektif dan efisien dan dapat mengatasi permasalahan siswa dalam pembelajaran.

Peran wali kelas bisa kita lihat dari tiga sisi. Pertama, wali kelas sebagai mitra siswa. Sebagai mitra siswa, wali kelas memiliki tanggung jawab untuk membantu siswa mengatasi kesulitan yang di alami dalam proses belajar.

3. Menangani Perilaku dan Kesejahteraan Emosional:

Dalam suatu kelas siswa mempunyai karakter yang berbeda-beda, sehingga wali kelas harus bisa memahami karakteristik masing-masing peserta didiknya. Agar wali kelas mudah mengambil tindakan yang sesuai dalam mengatasi permasalahan siswa.

Selain itu dengan memahami karakter siswa, wali kelas lebih mengetahui tentang kemampuan serta minat dan bakat yang di miliki siswanya. Dengan mengetahui karakter dan permasalahan setiap siswa, wali kelas dapat menangani masalah siswa dengan baik. Sehingga langkah atau solusi dalam penyelesaiannya akan lebih tepat.

Perlakuan wali kelas terhadap siswa yang berprestasi dan siswa yang bermasalah berbeda dengan siswa yang lainnya. Wali kelas cendrung memberikan pujian kepada siswa yang berprestasi. Di lain sisi wali kelas justru menaruh perhatian lebih kepada siswa yang bermasalah.

5 Fakta Kepsek Diduga Potong Gaji Guru

5 Fakta Kepsek Diduga Potong Gaji Guru

5 Fakta Kepsek Di duga Potong Gaji Guru dari Rp9 Juta Jadi Rp300 Ribu, DKI Turun Tangan

Dinas Pendidikan DKI Jakarta turun tangan terkait adanya dugaan Kepala Sekolah SDN Malaka Jaya 10 memotong gaji guru.

Permasalah tersebut terungkap ketika seorang guru agama Kristen di SDN di Jakarta Timur mengadu menerima gaji Rp 300.000 padahal.

Berikut Fakta-fakta Kepsek SDN Malaka Jaya 10 di duga sunat gaji guru, di lansir dari berbagai sumber, Selasa (28/11/2023).

1. Awal Mula

Permasalahan soal gaji guru honorer yang di anggap tak layak itu terungkap setelah Komisi E DPRD DKI menerima laporan dari Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia(Forgupaki). Guru SD Negeri di Jakarta Timur itu di sebut meneken upah yang tertulis pada kuintansi sebanyak Rp9 juta, namun yang sampai di tangan hanya Rp300 ribu. Johny menyayangkan gaji yang di terima guru SDN tak sesuai nominal yang tertulis di kuitansi, bahkan jauh di UMP.

Johny pun meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengevaluasi upah guru honorer. Terlebih tenaga pengajar itu mengabdi sekolah negeri di ibu kota.

Baca juga: Libur Sekolah, Gangster Pelajar SMP di Bogor Isi dengan Tawuran, Polisi Cepat Langsung Di tangkap

2. Dinas Pendidikan Turun Tangan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik DKI Jakarta Purwosusilo mengatakan, dinas telah melakukan konfirmasi ke beberapa pihak terkait gaji guru hanya di bayar Rp300 ribu tersebut sejak Jumat(24/11/2023) lalu.

Pihaknya kemudian memanggil Kepsek dan jajarannya untuk mendalami persoalan tersebut. Pada hari ini kami akan melanjutkan tindak lanjut itu dengan memanggil Kepsek dan jajaranya, termasuk bendahara juga. Mereka itu sudah di panggil sebelumnya oleh Bidang SD,’ kata Purwo kepada Wartakota. Purwo mengatakan, dinas mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran yang di lakukan ole oknum Kepsek tersebut. Karena itu, Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) DKI Jakarta tengah menindak lanjuti laporang tersebut.

3. Guru Agama Kristen yang Terima Gaji Rp300.000 Di periksa

Ketua Forum Pendidikan Agama Kristen Indonesia (Forgupaki) Abraham mengatakan,Kepsek Potong Gaji Guru keterangan guru agama Kristen SD Negeri Malaka Jaya 10 yang di sebut hanya menerima gaji Rp300.000.

“Iya dia anggota kami. Kemarin dia dan kepala sekolah sudah di panggil oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur,” ujar Abraham, Senin (27/11). Namun, Abraham tak mengetahui apa yang di pertanyakan oleh Disdik DKI kepada guru dalam pemanggilan itu. Abraham mengatakan telah meminta guru SDN itu untuk berbicara jujur terkait permasalahan yang di alami.

“Saya sudah ingatkan gurunya bahwa silakan bicara jujur, bicara benar, harus berani. Kemudian kalau ada ancaman, di informasikan, begitu,” kata Abraham.

4. Kepsek SDN Malaka Jaya 10 Kembali Di periksa

Kepala Sekolah SDN 10 Malaka Jaya, kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Junawati mengaku di panggil Inspektorat Provinsi DKI Jakarta hari ini, Selasa (28/11).

Junawati nampak memasuki mobil di kursi bagian tengah bersamaan dengan guru honorer yang diduga upahnya di potong berinisial A.

5. Enggan Berkomentar

Saat di hampiri wartawan Wartakota, Junawati enggan berkomentar lebih lanjut perihal dugaan memotong upah gaji guru honorer sekolahnya itu.

“Udah ya, maaf saya di tunggu inspektorat,” ucapnya berkali-kali.

Libur Sekolah, Gangster Pelajar SMP di Bogor Isi dengan tawuran

Libur Sekolah, Gangster Pelajar SMP di Bogor Isi dengan Tawuran, Polisi Cepat Langsung Ditangkapi

Libur Sekolah, Gangster Pelajar SMP di Bogor Isi dengan Tawuran, Polisi Cepat Langsung Di tangkap

Satreskrim Polresta Bogor kota berhasil menangkap seorang anak di bawah umur yang di duga akan terlibat aksi tawuran di wilayah hukum kota Bogor. Bocah berinisial HRP (15) yang masuk duduk di bangku sekolah kedapatan membawa dua buah senjata tajam (sajam) berjenis celurit.

Kalporesta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menceritakan bahwa awal mula penangkapan ini lantaran ada sekelompok pemuda berkumpul.

Polisi pun menaruh curiga pada sekolompok pemuda tersebut. setelah di lakukan pemeriksaan tubuh dan barang bawaan (HRP).

Menyimpan dua buah celurit yang di duga hendak di pakai untuk tawuran. Saat di perika badan. anggota menemukan tas berwarna abu-abu yang merupakan milik HRP. yang di letakan di antara sela sela kakinya,” ungkap bismo.

“Setelah di buka, di dapati di dalam tas tersebut ada dua bilah senjata tajam jenis cerulit dengan gagang warna coklat.

Atas kepemilikan sajam tersebut, HRP langsung di ringkus dan di bawa ke Marko Polresta Bogor Kota, dan di ancam dengan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No 12 Tahun 1951, JO Pasal 1 angka 1 UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Yang berbunyi. barang siapa tanpa hak menguasai, membawa, memiliki, menyimpan, menyembunyika, mempergunakan senjata tajam., di hukum dengan 10 Tahun penjara.

Baca juga: Anggaran Pendidikan Meningkat, Namun Biaya Sekolah Semakin Meninggi

Libur Sekolah Gangster Pelajar

 

Pada kesempatan itu Kombes Bismo mengungkapkan selain HRP, beberapa rekannya juga keberhasilan di tangkap. Yakni lima orang berhasil di tangkap berikut dengan barang bukti berupa tiga senjata tajam (sajam) berjenis celurit berukuran besar. Kita setiap malam patroli untuk memberikan rasa aman pada masyarakat siang dan malam hari, melakukan pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat),”.

Pekat yang dimaksud ialah operasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, minuman keras (miras) , judi, knalpot brong yang tidak sesuai.

Detik-detik penangkapan itu pun di beberkan oleh Bismo, yang di awali sekitar pukul 03.00 WIB gangster yang terdiri dari 20 itu sedang berkumpul, merencanakan tawuran.

“Grup tersebut terdiri 20 orang aliansi dari beberapa grup yang akan tawuran dengan Bondes Street. Namun, tidak jadi karena tidak di layani,” ucap Bismo.

Karena tidak di layani, kelompok tersebut mengajak tawuran kelompok lain lewat sosial media, Instagram.

Kemudian mengajak tawuran ke grup lain yang sebelumnya sudah janjian melalui live Instagram, yang di rencanakan di lakukan di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Ketika hendak menuju lokasi tawuran yang telah disepakati, kelompok tersebut bertemu dengan Tim Kujang dan Raimas Polresta Bogor. Pelaku berusaha kabur namun kemudian pelaku dapat di amankan dan di bawa ke Polsek Bogor Tengah, namun sisanya melarikan diri,”.

Anggaran Pendidikan Meningkat, Namun Biaya Sekolah Semakin Meninggi

Anggaran Pendidikan Meningkat, Namun Biaya Sekolah Semakin Meninggi

Anggaran Pendidikan Meningkat, Namun Biaya Sekolah Semakin Meninggi

Pendidikan, sebagai tulang punggung pembangunan suatu bangsa, sering kali menjadi fokus perhatian pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan peningkatan anggaran pendidikan, namun di balik angka yang positif tersebut, biaya pendidikan di tingkat sekolah terus meroket. Fenomena ini mengejutkan banyak pihak dan mengajukan pertanyaan serius terkait aksesibilitas dan keberlanjutan pendidikan di Indonesia.

Tren Anggaran Pendidikan:

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap sektor pendidikan dengan meningkatkan alokasi anggaran setiap tahunnya. Langkah-langkah ini mencakup peningkatan gaji guru, pengembangan fasilitas sekolah, dan program beasiswa untuk meningkatkan akses pendidikan.

Kenyataan di Lapangan:

Meskipun anggaran pendidikan terus meningkat, banyak orang tua dan siswa merasakan beban biaya pendidikan yang semakin berat. Biaya pendaftaran, uang gedung, dan biaya-biaya terkait lainnya di sekolah-sekolah swasta, bahkan di beberapa sekolah negeri, terus naik tanpa perbandingan yang seimbang dengan kenaikan anggaran.

Faktor Penyebab Kenaikan Biaya:

Beberapa faktor dapat di identifikasi sebagai penyebab kenaikan biaya pendidikan di tingkat sekolah. Pertama, pengeluaran untuk pengembangan infrastruktur dan kesejahteraan guru mungkin belum sebanding dengan upaya untuk mengendalikan biaya pendidikan langsung yang di terima oleh siswa dan orang tua. Kedua, dampak inflasi juga berkontribusi terhadap kenaikan harga barang dan jasa terkait pendidikan.

Implikasi terhadap Akses Pendidikan:

Kenaikan biaya pendidikan ini dapat memberikan dampak serius terhadap aksesibilitas pendidikan, terutama bagi keluarga dengan tingkat penghasilan rendah. Banyak siswa mungkin terhalang untuk melanjutkan pendidikan mereka akibat beban biaya yang sulit di atasi. Hal ini dapat menciptakan kesenjangan pendidikan dan merugikan potensi generasi penerus bangsa.

Baca juga: 4.368 Pelajar Terbunuh Sejak Agresi Israel Di mulai, 90 Persen Sekolah Rusak

Tantangan dan Solusi:

Salah satu tantangan utama adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara peningkatan anggaran pendidikan dan pengelolaan biaya pendidikan di tingkat sekolah. Transparansi dalam penggunaan anggaran dan pengawasan ketat terhadap pengeluaran sekolah menjadi kunci untuk memastikan bahwa manfaat anggaran pendidikan mencapai siswa dengan cara yang lebih langsung dan berkelanjutan.

Keterlibatan Masyarakat:

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan. Dengan bersama-sama mengawasi dan mengkritisi pengeluaran, kita dapat memastikan bahwa peningkatan anggaran pendidikan benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi pendidikan anak-anak kita.

Kemitraan Sekolah-Industri:

Membangun kemitraan antara sekolah dan industri dapat membantu menciptakan peluang bagi siswa untuk mendapatkan keterampilan yang relevan dengan biaya yang terjangkau.

Meskipun ada peningkatan anggaran pendidikan yang dapat dianggap sebagai langkah positif, kenaikan biaya pendidikan di tingkat sekolah menantang stabilitas dan aksesibilitas pendidikan. Diperlukan upaya bersama dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan mencapai tujuannya yang sebenarnya: memberikan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Pelajar Terbunuh Sejak Agresi Israel

4.368 Pelajar Terbunuh Sejak Agresi Israel Dimulai, 90 Persen Sekolah Rusak

4.368 Pelajar Terbunuh Sejak Agresi Israel Dimulai, 90 Persen Sekolah Rusak

Kementerian Pendidikan Palestina melaporkan bahwa 4.368 Pelajar Terbunuh Sejak Agresi Israel dan 8.101 lainnya luka-luka sejak awal agresi Israel pada 7 Oktober di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Melansir situs Badan Berita & Informasi Palestina (WAFA), laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 231 guru dan administrator tewas. Sementara 756 orang terluka di Jalur Gaza dan lebih dari 71 orang di tahan di Tepi Barat.

Di sisi lain, sekitar 281 sekolah negeri dan 65 sekolah yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi (UNRWA) telah di bom dan di rusak di Jalur Gaza.

Serangan itu menyebabkan 83 di antaranya rusak parah dan tujuh hancur total. Sedangkan 42 sekolah di Tepi Barat juga di rusak.

90 Persen Sekolah Mengalami Kerusakan
Sejak Israel menargetkan sekolah untuk diserang, Kementerian Pendidikan Palestina mengatakan bahwa 90% sekolah negeri dan gedung pendidikan telah mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung.

Sekitar 29% gedung sekolah tidak dapat dioperasikan karena hancur total. Kemudian 133 sekolah negeri di gunakan sebagai pusat perlindungan di Jalur Gaza.

Kondisi ini membuat siswa di Palestina baru bersekolah lagi pada semester kedua. Sementara 55 sekolah akan beralih ke e-learning.

Sekolah tersebut berlokasi di wilayah yang di pisahkan dari wilayah Tepi Barat yang di duduki oleh tembok apartheid Israel dan biasanya di kelilingi oleh pasukan dan pemukim Israel.

Baca juga: Dana PIP 2024 Diberikan ke 18,6 Juta Siswa, Begini Besarannya

Lebih dari 10.000 Anak Terbunuh

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza (per 9 Januari 2024), lebih dari 10.000 anak telah terbunuh oleh serangan udara dan operasi darat Israel di Gaza sejak Oktober 2023 lalu.

Angka tersebut belum termasuk ribuan lainnya yang hilang dan di perkirakan terkubur di bawah reruntuhan, sebagaimana di kutip dari situs Save the Children.

Sementara itu, anak-anak yang selamat dari kekerasan tersebut mengalami kengerian yang parah. Mereka mengalami luka-luka traumatik, luka bakar, hingga penyakit.

Belum lagi, anak-anak harus menghadapi perawatan medis yang tidak memadai dan kehilangan orang tua serta orang-orang tercinta lainnya.

Hal ini membuat sekitar 1.000 anak di Gaza juga telah kehilangan salah satu atau kedua kakinya. Banyak di antara mereka yang di amputasi tanpa obat bius dan memerlukan perawatan medis seumur hidup.

Kini, dunia Internasional tengah menyerukan gencatan senjata untuk menyelamatkan dan melindungi kehidupan anak-anak di Gaza.

Namun, sampai saat ini, gencatan senjata belum juga di sepakati oleh Israel.

Kekerasan Tak Juga Mereda, Israel Tembak Mati Warga Palestina

Pasukan Israel kemabli menembak seorang pelajar Palestina di Tepi Barat, ketika gelombang kekerasan mematikan di wilayah pendudukan tidak menunjukan tanda-tanda.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, seperti di kutip kantor berita AFP, bahwa Abdul Rahim Fayez Ghannam, di tembak.

Seorang Fotografer AFP melihat asap hitam mengepul dari sebuah bangunan selama serangan militer.

Dana PIP 2024 Diberikan ke 18,6 Juta Siswa, Begini Besarannya

Dana PIP 2024 Diberikan ke 18,6 Juta Siswa, Begini Besarannya

Dana PIP 2024 Diberikan ke 18,6 Juta Siswa, Begini Besarannya

Dana PIP 2024 Cair Penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 2024 mencapai 18,6 juta pelajar. Besarannya Rp450 ribu per tahun untuk siswa SD, Rp 750 ribu per tahun untuk siswa SMP, dan Rp 1,8 juta per tahun untuk siswa SMA/SMK.
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, sasaran penerima dana PIP 2024 di tambah. Jumlahnya 567.531 siswa SMA dan 99.104 siswa SMK.

“Penambahan jumlah sasaran tersebut bersamaan dengan peningkatan satuan bantuan yang semula Rp 1.000.000 menjadi Rp 1.800.000 untuk pelajar SMA dan SMK,” kata Nadiem saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara penyerahan bantuan PIP Tahun 2024 di Gelanggang Olahraga Samapta, Magelang, Jawa Tengah, Senin (22/1/2024), di kutip dari keterangan resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Rabu (24/1/2024).

Nadiem merinci, sebelumnya dana PIP sudah di salurkan 100 persen ke 18.109.119 siswa penerima per 23 November 2023 melalui Pusat Layanan Pembiayaan (Puslapdik) Kemendikbudristek. Upaya peningkatan kualitas pelaksanaan PIP di harapkan mendukung pemerataan hak dan kualitas pendidikan bagi tiap anak Indonesia.

Dalam acara itu, Presiden Jokowi mengatakan dana bantuan PIP di berikan untuk mencukupi kebutuhan pelajar dalam bersekolah. Ia meminta siswa untuk pandai mengatur dana bantuan PIP yang di terima.

Jokowi mengatakan, siswa SMA dan SMK penerima PIP juga berkesempatan lanjut kuliah dengan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Melalui bantuan PIP ini saya harap dapat membuat para pelajar menjadi lebih semangat untuk belajar dan berkeinginan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Jokowi.

“Selain PIP, para pelajar SMA dan SMK yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi sangat terbuka untuk kembali mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah,” imbuhnya.

Baca juga: 11 Sekolah Chef Terbaik Indonesia

Siapa yang Menerima Dana PIP?

Kepala Puslapdik, Abdul Kahar mengatakan sasaran penerima PIP di tetapkan berdasarkan tiga data, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dan Data Pensasaran Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Per 2023, data tersebut juga di padankan dengan data P3KE dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Salah satu siswa penerima PIP SMK, Neisya Cantika Putri mengatakan bantuan PIP di terimanya sejak SD. Siswa kelas 12 SMK Citra Medika ini menjelaskan, dana PIP ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

“Manfaat bantuan PIP ini sangat saya rasakan terutama untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti buku, sepatu, tas, dan lainnya.

Benedictus Fergie Eleazar Andika Putra, siswa SMPN 1 Magelang mengatakan, saat ini merupakan tahun kedua ia menerima dana PIP. Ia mengatakan, dana tersebut ia gunakan untuk mendukung kegiatan sesuai minat.

“Di sekolah saya sangat suka mata pelajaran Bahasa Indonesia, karena dengan hal tersebut saya mampu membuat dan melantunkan puisi. Selain itu, saya juga aktif bermain gamelan di sekolah. Bantuan PIP memudahkan saya untuk memenuhi semua kegiatan tersebut,” kata siswa kelas 8 tersebut. Dana PIP 2024 Cair